A.
Motorik Kasar
a.
Pengertian Motorik Kasar
Motorik kasar adalah gerak anggota
badan secara kasar atau keras Suyadi
mengutip pendapat Vaura E. Berk yang
mengungkapkan bahwa semangkin anak dewasa dan kuat tubuhnya atau besar, gaya
geraknya sudah berbeda semula. Hal ini menjadi tumbuh kembang otot semangkin membesar
dan menguat. Dengan memperbesar dan menguatnya bertambah kompleks. Motorik
kasar juga merupakan area terbesar perkembangan ini usia balita, yaitu diawali
dengan kemampuan yaitu: melempar dan
menagkap, mengekspresikan gerakan dengan irama bervariasi, berjalan dan berlari
membentuk pola, melompat sederhana, bergerak dengan menari. Model dasar untuk perkembangan ada tiga kaitan dengan sensori utama,
yaitu keseimbangan, rasa sendi, meraba.
Selanjutnya menurut Mariani
bahwa motorik kasar adalah kemampuan yang menumbuhkan koordinasi sebagian
besar bagian tubuh anak. Oleh karena itu, biasanya memerlukan tenaga karena
dilakukan otot-otot yang besar. Pengembangan motorik kasar juga memerlukan
koordinasi kelompok otot-otot anak tertentu, dan perkembangan terdapat
karakteristik motorik kasar yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan
motorik kasar
anak dalam gerak tari, untuk melatih anak dalam gerakan-gerakan motorik kasar dalam
kegiatan gerak tari, untuk meningkatkan kemampuan mengolah, mengontorol tubuh dan koordinasi serta untuk
meningkatkan keterampilan tubuh dan cara sehat untuk anak.
Sedangkan menurut Hurlock (1978), motorik kasar merupakan gerakan fisik
yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh, dengan menggunakan
otot- otot besar. Sedangkan perkembangan kemampuan motorik kasar adalah
perkembangan gerak gerakan tubuh yang menggunakan otot – otot besar atau
sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak
itu sendiri. Dan selain itu menurut Endah (2008) motorik kasar merupakan gerak
fisik yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antara gerak tubuh, dengan
menggunakan otot-otot besar, sebagaian dan seluruh anggota tubuh yang
dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Motorik kasar merupakan
area terbesar perkembangan usia balita yaitu di awali dengan kemampuan yaitu: melempar dan menangkap, mengekspresikan
gerakan dengan irama bervariasi, berjalan dan berlari membentuk pola, melompat
sederhana, bergerak dengan menari. Juga dapat menggerakkan fisik yang membutuhkan ke seimbangan
dan kordinasi antara anggota tubuh dengan menggunakan otot- otot besar.
b.
Bentuk-bentuk motorik kasar
Adapun
bentuk-bentuk motorik kasar yaitu:
1.
Belajar menangkap bola
2.
Menendang bola
3.
Meloncat dan melompat dari satu
tempat ketempat yang lain.
B.
Gerak Tari
a.
Pengertian Gerak Tari
Apabila tari di
analisa secara teliti, maka akan tampak bahwa di antara sekian banyak elemen
yang terdapat di dalamnya, ada dua hal yang penting yaitu gerak dan ritme.
Gerak merupakan pengalaman fisik yang paling elementer dari kehidupan manusia.
Geak tidak hanya terdapat pada denutan-denutan di seluruh tubuh manusia yang
memungkinkan manusia hidup, tetapi gerak juga terdapat pada ekspresi dari semua
pengalaman emosional manusia. Dalam hal ini dapat membicarakan dan
memikirkan seni tari akan menghadapi kesulitan yang tidak sedikit, bahwa cukup
pelik dan rumit. Tari sebagai salah satu cabang kebudayaan memiliki pengertian
tersendiri dan sebagai ilmu ,seni tari tidak eksaktis tetapi lebih memiliki
sifat abstrak. Tari adalah gerak, tanpa gerak tidak ada tari. Gerak
merupakan substansi dasar dan alat ekspresib tari. Dengan gerak tari
berbicara dan berkomunikasi kepada penikmatnya. Namun demikian, tidak sem,ua
gerak adalah tari. Gerak dalam tari adalah gerak yang sudah mengalami penghalusan
dan perombakan. Penghalusan gerak disebut “stilitasi” sedangkan perombakan
gerak disebut “distorsi”.
Menurut Ben (1981 :6) tari merupakan salah satu
cara untuk berlatih menjalankan upacara tradisi, dalam usaha untuk
berkomunikasi dan mengendalikan langit, bumi, manusia dan alam sampai kepada
mati dan hidup. Selanjutnya menurut pendapat ahli tari dari Indonesia
Soedarsono dalam bukunya Djawa dan
Bali tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang di ungkapkan melalui gerak-gerak
ritmis yang indah. Pendapat tersebut terdapat juga karakteristi gerak tari
yaitu untuk keterampilan koordinasi gerakan motorik kasar gerakan ini meliputi
kegiatan seluruh tubuh misalnya kelenturan gerak dalam gerak tari, dapat
melakukan pergerakan meniru apabila seorang guru menirukan gerakan tari kepada
anak dab anak dapat mengikutinya
Selain itu menurut B.P.A Suryodingrat tari adalah gerakan-gerakan tari seluruh
anggota tubuh / badan yang selaras dengan bunyi musik (gemalau) di atur oleh
irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan di dalam tari.
Selanjutnya menurut piñata tari dari Sumatera Utara H. Jose Rizal
Firdaus dalam kuliah di Jurusan-jurusan Sendratasikn IKIP Medan taahun 1985
gerak tari merupakan ungkapan mempergunakan gerak sebagai media dan tubuh
sebagai alat.
Dari uraian tersebut peneliti menyimpulkan bahwa gerak tari adalah
ekspresi gerak yang di tuangkan melalui gerakan-gerakan angota tubuh, rangkaian gerak yang sudah di
tata dan di perhitungkan dalam aspek ke indahan tersebut.
b.
Bentuk –bentuk gerak tari
Melalui gerak terdapat bentuk-bentuknya antara lain yaitu
a.
Gerak murni ( pure movement)
Adalah gerak tidak ada
mengandung arti tetapi di dalamnya pengunggkapan lebih mengutamakan keindahan
dan nilai artistiknya.
b.
Gerak maknawi (gesture)
Adalah gerak tari yang
sudah di olah dan mengandung maksud tertentu, tetapi tidak meninggalkan aspek
keindahan
Melalui tari terdapat bentuk-bentuk nya antara lain:
a.
Tarian yang bersifat represensi, yaitu gerakan tarinya
menggambarkan suatu pengertian atau maksud yang tertentu dengan gerak tarian
yang jelas.
b.
Tarian yang bersifat non-representatif,
yaitu gerakan tarian yang tidak menggambarkan sesuatu pengertian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar