Selasa, 12 Januari 2016

Motorik Kasar

A.      Motorik Kasar
a.        Pengertian Motorik Kasar
Motorik  kasar adalah gerak anggota badan secara kasar atau keras Suyadi mengutip pendapat Vaura E. Berk yang mengungkapkan bahwa semangkin anak dewasa dan kuat tubuhnya atau besar, gaya geraknya sudah berbeda semula. Hal ini menjadi tumbuh kembang otot semangkin membesar dan menguat. Dengan memperbesar dan menguatnya bertambah kompleks. Motorik kasar juga merupakan area terbesar perkembangan ini usia balita, yaitu diawali dengan kemampuan yaitu: melempar dan menagkap, mengekspresikan gerakan dengan irama bervariasi, berjalan dan berlari membentuk pola, melompat sederhana, bergerak dengan menari. Model dasar untuk perkembangan ada tiga kaitan dengan sensori utama, yaitu keseimbangan, rasa sendi, meraba.
Selanjutnya menurut Mariani bahwa motorik kasar adalah  kemampuan yang menumbuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak. Oleh karena itu, biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan otot-otot yang besar. Pengembangan motorik kasar juga memerlukan koordinasi kelompok otot-otot anak tertentu, dan perkembangan terdapat karakteristik motorik kasar yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar anak dalam gerak tari, untuk melatih anak dalam gerakan-gerakan motorik kasar dalam kegiatan gerak tari, untuk meningkatkan kemampuan mengolah,  mengontorol tubuh dan koordinasi serta untuk meningkatkan keterampilan tubuh dan cara sehat untuk anak.
Sedangkan menurut Hurlock (1978), motorik kasar merupakan gerakan fisik yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh, dengan menggunakan otot- otot besar. Sedangkan perkembangan kemampuan motorik kasar adalah perkembangan gerak gerakan tubuh yang menggunakan otot – otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Dan selain itu menurut Endah (2008) motorik kasar merupakan gerak fisik yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antara gerak tubuh, dengan menggunakan otot-otot besar, sebagaian dan seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Motorik kasar merupakan area terbesar perkembangan usia balita yaitu di awali dengan kemampuan yaitu:   melempar dan menangkap, mengekspresikan gerakan dengan irama bervariasi, berjalan dan berlari membentuk pola, melompat sederhana, bergerak dengan menari. Juga dapat menggerakkan fisik yang membutuhkan ke seimbangan dan kordinasi antara anggota tubuh dengan menggunakan otot- otot besar.
b.        Bentuk-bentuk motorik kasar
Adapun bentuk-bentuk motorik kasar yaitu:
1.    Belajar menangkap bola
2.    Menendang bola
3.    Meloncat dan melompat dari satu tempat ketempat yang lain.
B.       Gerak Tari
a.        Pengertian Gerak Tari
Apabila tari di analisa secara teliti, maka akan tampak bahwa di antara sekian banyak elemen yang terdapat di dalamnya, ada dua hal yang penting yaitu gerak dan ritme. Gerak merupakan pengalaman fisik yang paling elementer dari kehidupan manusia. Geak tidak hanya terdapat pada denutan-denutan di seluruh tubuh manusia yang memungkinkan manusia hidup, tetapi gerak juga terdapat pada ekspresi dari semua pengalaman emosional manusia. Dalam hal ini dapat membicarakan dan memikirkan seni tari akan menghadapi kesulitan yang tidak sedikit, bahwa cukup pelik dan rumit. Tari sebagai salah satu cabang kebudayaan memiliki pengertian tersendiri dan sebagai ilmu ,seni tari tidak eksaktis tetapi lebih memiliki sifat abstrak. Tari adalah gerak, tanpa gerak tidak ada tari. Gerak merupakan substansi dasar dan alat ekspresib tari. Dengan gerak tari berbicara dan berkomunikasi kepada penikmatnya. Namun demikian, tidak sem,ua gerak adalah tari. Gerak dalam tari adalah gerak yang sudah mengalami penghalusan dan perombakan. Penghalusan gerak disebut “stilitasi” sedangkan perombakan gerak disebut “distorsi”.
Menurut Ben (1981 :6) tari merupakan salah satu cara untuk berlatih menjalankan upacara tradisi, dalam usaha untuk berkomunikasi dan mengendalikan langit, bumi, manusia dan alam sampai kepada mati dan hidup. Selanjutnya menurut pendapat ahli tari dari Indonesia Soedarsono dalam bukunya Djawa dan Bali tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang di ungkapkan melalui gerak-gerak ritmis yang indah. Pendapat tersebut terdapat juga karakteristi gerak tari yaitu untuk keterampilan koordinasi gerakan motorik kasar gerakan ini meliputi kegiatan seluruh tubuh misalnya kelenturan gerak dalam gerak tari, dapat melakukan pergerakan meniru apabila seorang guru menirukan gerakan tari kepada anak dab anak dapat mengikutinya
Selain itu menurut B.P.A Suryodingrat  tari adalah gerakan-gerakan tari seluruh anggota tubuh / badan yang selaras dengan bunyi musik (gemalau) di atur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan di dalam tari.
Selanjutnya menurut piñata tari dari Sumatera Utara H. Jose Rizal Firdaus dalam kuliah di Jurusan-jurusan Sendratasikn IKIP Medan taahun 1985 gerak tari merupakan ungkapan mempergunakan gerak sebagai media dan tubuh sebagai alat.
Dari uraian tersebut peneliti menyimpulkan bahwa gerak tari adalah ekspresi gerak yang di tuangkan melalui gerakan-gerakan  angota tubuh, rangkaian gerak yang sudah di tata dan di perhitungkan dalam aspek ke indahan tersebut.
b.        Bentuk –bentuk gerak tari
Melalui gerak terdapat bentuk-bentuknya antara lain yaitu
a.    Gerak murni ( pure movement)
Adalah gerak tidak ada mengandung arti tetapi di dalamnya pengunggkapan lebih mengutamakan keindahan dan nilai artistiknya.
b.    Gerak maknawi (gesture)
Adalah gerak tari yang sudah di olah dan mengandung maksud tertentu, tetapi tidak meninggalkan aspek keindahan
Melalui tari terdapat bentuk-bentuk nya antara lain:
a.    Tarian yang bersifat represensi, yaitu gerakan tarinya menggambarkan suatu pengertian atau maksud yang tertentu dengan gerak tarian yang jelas.

b.    Tarian  yang  bersifat  non-representatif, yaitu gerakan tarian yang tidak menggambarkan sesuatu pengertian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar